Lomba Inovasi Daerah
Tahun 2025
Data Inovasi
| Nama Inovasi | STRATEGI KERNAS Optimalisasi Dimensi Bernalar Kritis pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Strategi KERNAS (Kenali, Rancang dan Analisis) di SMP Negeri 3 Bunguran Timur |
| Bentuk Inovasi | Pelayanan Publik |
| Inisiator Inovasi | DIki Darmawan |
| Tahapan Inovasi | Penerapan |
| Jenis Inovasi | Non Digital |
| Urusan Inovasi | Pendidikan |
| Rancang Bangun | Bermula dari permasalahan yang dialami oleh inventor terkait dengan Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 di sekolah. Dalam pelaksanaan P5 yang telah dilaksanakan sebelumnya di sekolah, pemilihan tema dan topik P5 ditentukan langsung oleh fasilitator yang disini adalah tim inti dari P5 di sekolah. Dalam praktiknya, banyak guru yang langsung menentukan tema dan topik P5 tanpa melibatkan siswa secara aktif dalam proses tersebut. Hal ini dapat menimbulkan beberapa permasalahan dalam program P5 di sekolah.
Dari hasil analisis penulis terhadap pengalaman yang dirasakan pada program P5 yang telah dilaksanakan sebelumnya di sekolah, terdapat tiga poin yang akan terjadi jika program P5 langsung ditentukan oleh guru di sekolah. Pertama Kurangnya Keterlibatan Siswa, Dengan penetapan tema dan topik yang sepenuhnya ditentukan oleh guru, siswa mungkin merasa kurang memiliki keterlibatan dan tanggung jawab terhadap proyek. Kedua Topik yang Terasa Umum, Banyak topik P5 yang ditetapkan oleh guru di sekolah cenderung bersifat umum dan tidak spesifik, yang dapat mengakibatkan produk akhir proyek menjadi kurang berdampak. Topik yang terlalu umum sering kali tidak dapat memicu eksplorasi yang mendalam atau diskusi kritis, sehingga siswa tidak dapat mengembangkan nalar kritis mereka secara optimal. Ketiga Dimensi Nalar kritis yang Kurang Terpenuhi,
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 seharusnya dirancang untuk merangsang pemikiran kritis siswa dengan cara yang terarah dan relevan. Namun, jika topik yang ditentukan tidak relevan atau tidak menantang, siswa mungkin tidak mendapatkan kesempatan untuk mengasah keterampilan berpikir kritis mereka. Keterampilan ini sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan.
Dari situasi permasalahan tersebut tercetuslah sebuah gagasan untuk dapat membuat program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 di sekolah jauh lebih berdampak serta berkelanjutan baik bagi produk yang dihasilkan dalam program P5 menekankan pada asas kontekstual dan kearifan lokal maupun pada dimensi nalar kritis siswa, dimana program P5 ini diharapkan mampu untuk merangsang pemikiran kritis siswa dengan cara yang terarah dan relevan. Oleh karena itu penulis ingin membagikan salah satu praktik baik dalam pengelolaan program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 yang telah diterapkan di sekolah penulis, yang berjudul “Optimalisasi Dimensi Bernalar Kritis pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Strategi KERNAS di SMP Negeri 3 Bunguran Timur Kabupaten Natuna”. |
| Tujuan Inovasi |
|
| Manfaat Inovasi |
|
| Hasil Inovasi | Strategi KERNAS berhasil mengatasi tiga permasalahan utama dalam P5 sebelumnya:
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Lingkungan
Inovasi ini tidak hanya berdampak di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Batu Gajah:
Katalisator Inovasi Pendidikan
Praktik baik ini juga berfungsi sebagai sarana pemantik semangat bagi para pendidik. Penulis merefleksikan pentingnya terus belajar dan berinovasi untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Diharapkan, Strategi KERNAS dapat menginspirasi guru-guru lain untuk mengoptimalkan potensi di lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran yang efektif.
Secara keseluruhan, inovasi Strategi KERNAS tidak hanya memperbaiki implementasi P5, tetapi juga memberdayakan siswa dengan kemampuan berpikir kritis yang aplikatif, serta menciptakan hubungan simbiosis mutualisme antara sekolah dan masyarakat melalui produk-produk inovatif yang bermanfaat |
| Waktu Ujicoba | 08-10-2023 |
| Waktu Implementasi | 08-01-2024 |
Keterisian Indikator
| No | Indikator | Keterangan | Parameter | Bukti Dukung | Skor | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Regulasi Inovasi * | Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan inovasi daerah | SK Kepala Daerah / Kepala Perangkat Daerah | 3 | |||||||||||||
| 2 | Ketersediaan SDM Terhadap Inovasi Daerah * | Jumlah SDM yang mengelola inovasi daerah (Tahun Terakhir) | Lebih dari 30 | 6 | |||||||||||||
| 3 | Dukungan Anggaran | Anggaran Inovasi Daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi (Penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), ujicoba (pilot project, perekayasaan, laboratorium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan) | Anggaran dialokasikan pada kegiatan penerapan inovasi pada salah satu tahun anggaran (T-2/T-1/T-0) |
|
2 | ||||||||||||
| 4 | Alat Kerja | Alat kerja dalam pelaksanaan Inovasi yang diterapkan | Pelaksanaan kerja secara manual/non elektronik | Alat Kerja | 2 | ||||||||||||
| 5 | Bimtek Inovasi | Peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaksana inovasi daerah baik sebagai penyedia atau penerima bimtek | Dalam 2 tahun terakhir pernah lebih dari 2 kali bimtek (bimtek,training dan TOT) |
|
3 | ||||||||||||
| 6 | Integrasi Program Dan Kegiatan Inovasi Dalam RKPD | Inovasi Perangkat Daerah telah dituangkan dalam program pembangunan daerah | Pemerintah Daerah sudah menuangkan program inovasi daerah dalam RKPD T-1 atau T-2 |
|
2 | ||||||||||||
| 7 | Keterlibatan aktor inovasi | Keikutsertaan unsur Stakeholder dalam pelaksanaan inovasi daerah (T-1 dan T-2) Unsur Stakeholder meliputi: Pemerintah; Pelaku Bisnis; Komunitas; Akademisi; Media Massa, dsb |
Inovasi melibatkan 3 aktor |
|
1 | ||||||||||||
| 8 | Pelaksana Inovasi Daerah | Penetapan Tim pelaksana inovasi daerah | Ada pelaksanaan dan ditetapkan dengan SK Kepala Perangkat Daerah | 2 | |||||||||||||
| 9 | Jejaring Inovasi | Jumlah Perangkat Daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi (dalam 2 tahun terakhir) | Inovasi melibatkan 3-4 Perangkat Daerah |
|
2 | ||||||||||||
| 10 | Sosialisasi Inovasi Daerah | Penyebarluasan informasi kebijakan inovasi daerah (2 tahun terakhir) | Konten melalui Media Sosial atau pemberitaan yang dikeluarkan oleh Pemda | Sosialisasi | 2 | ||||||||||||
| 11 | Pedoman Teknis | Ketentuan dasar Penggunaan inovasi daerah berupa buku petunjuk/manual book | Telah terdapat pedoman teknis berupa buku yang dapat diakses secara online atau berupa video tutorial | Pedoman Teknis | 3 | ||||||||||||
| 12 | Kemudahan Informasi layanan | Kemudahan mendapatkan informasi layanan melalui metode sebagai berikut : Manual, seperti: tatap muka/jemput bola/noken/unit pelayanan administrasi; Hotline, seperti: layanan email/telp; Media Sosial, seperti: instagram/facebook/whatsapp, dsb;dan Layanan Online, melalui website/web-aplikasi/aplikasi mobile (android atau ios). |
Informasi Layanan diperoleh melalui 3 atau lebih metode | Kemudahan Informasi Layanan | 3 | ||||||||||||
| 13 | Kemudahan Proses Inovasi yang Dihasilkan | Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi | Tidak Valid | Tidak Valid | 0 | ||||||||||||
| 14 | Penyelesaian Layanan Pengaduan | Rasio Penyelesaian Pengaduan dalam tahun terakhir (Jumlah Pengaduan yang ditindaklanjuti/Jumlah Pengaduan | Tidak Valid | Tidak Valid | 0 | ||||||||||||
| 15 | Layanan Terintegrasi | Jaringan Prosedur yang dibuat secara daring (2 tahun terakhir) | Layanan inovasi berjalan secara tersendiri (independen) | Layanan Terintegrasi | 2 | ||||||||||||
| 16 | Replikasi | Inovasi Daerah telah direplikasi oleh daerah lain (T-2 s/d T-1) | |||||||||||||||
| 17 | Kecepatan Inovasi * | Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah | Inovasi dapat diciptakan dalam waktu 1-4 bulan | Waktu Penciptaan Inovasi | 6 | ||||||||||||
| 18 | Kemanfaatan Inovasi * | Jumlah pengguna atau penerima manfaat inovasi daerah (2 tahun terakhir) | Jumlah pengguna penerima manfaat 1-200 orang | Daftar Penerima Manfaat | 3 | ||||||||||||
| 19 | Monitoring dan evaluasi Inovasi Daerah | Kepuasan pelaksanaan penggunaan inovasi daerah (2 tahun terakhir) | Hasil laporan monev internal perangkat daerah | Monitoring dan evaluasi | 2 | ||||||||||||
| 20 | Kualitas Inovasi Daerah * | Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Data Pendukung: ketentuan video memvisualisasikan 5 substansi: 1. Latar belakang inovasi; 2. Penjaringan ide; 3. Pemilihan ide; 4. Manfaat inovasi; dan 5. Dampak inovasi. Video inovasi dilengkapi dengan cover thumbnail dan ada logo Kabupaten Natuna dan Kemendagri. |
Memenuhi 5 unsur substansi | video Inovasi | 12 |